BELASAN TAHUN GADIS KECIL INI MENANGGUNG KENGERIAN SEORANG DIRI


Ia masih usia 10 thn saat disetubuhi dengan paksa pertama kali oleh Pendeta bejat itu. Diajak berdoa/dipersuasi bhw hal itu wajar. Akibatnya ia justru jijik tapi jatuh cinta pada pemerkosanya. 

Sebagai wanita yang baru beranjak remaja yang masih sangat naif tentang laki2, tapi disaat yg sama tubuh kecilnya sudah mens pertama kali, dan mulai terpapar Hormon2 reproduksi yang sedang aktif2nya, Fase bingung seorang gadis kecil yg beranjak remaja.

Lalu tiba2 ia diperkenalkan pada hubungan Sexual sebelum waktunya. Walau awalnya menolak, ia tak kuasa menahan kekuatan laki2 yang memperkosanya. 

Ia masih 10 tahun. Kelas 4 SD. Ia tidak tahu harus bagaimana. Apalagi ia dibungkam saat itu. Ia juga tak tahu harus bercerita pada siapa. Hatinya kalut dipenuhi rasa takut. 

Tiap hari ia diantar orangtuanya yang berharap sang Pendeta mendidiknya dengan baik. Ia tak kuasa menolak saat diantar. 

Ia benar2 tak tahu harus bagaimana karena tak seorangpun yg bisa diajaknya bercerita. Sebab jika bercerita, ia takut aib nya akan tersebar kemana2. 

Satu kali, dua kali, tiga kali, dan berkali2 ia diantar, dituntun, diserahkan pada pemerkosanya. Antara rasa sakit & nikmat. Benci & rindu. Menolak & Menerima, dual feelings yang terus bertarung dihati & pikirannya. 

Lama2 iapun timbul rasa ingin berhubungan sex juga. Dan kecanduan. Sehingga ia tak kuasa ketika jerat sex itu membelenggunya. 

Ia tak lagi menerima tapi menuntut pemenuhan hasrat. Rasa berdosa, rasa bersalah, rasa galau, dan berbagai rasa lain sudah tak digubrisnya lagi.

Wanita ini punya website & blog. Jika kamu membaca curahan hatinya disana & melihat desain2 lukisannya. 

Kamu akan bisa merasakan sayatan hati yg tergores tajam dalam semua tulisan2nya, dan Aura yang sangat Dark but Pinky dalam semua desain lukisan2nya. 

Warna2 yg sangat bertabrakan. Sungguh sangat mudah dipahami perjuangannya selama belasan tahun menanggung nafsu Pendeta bejat itu & juga nafsunya sendiri sebagai seorang wanita muda. 

Berjibaku dengan rasa berdosa, rasa malu, rasa jijik, rasa nikmat, rasa bingung, rasa putus harapan karena tak tahu harus bagaimana dan berkata pada siapa...

Iapun memaksa diri untuk menerima keadaan. Dididik tentang pengetahuan & agama di pagi hari, dilatih musik rohani setiap siang, dan diperkosa saat sore menjelang pulang. 

Di sekolah maupun dirumah ia dikenal sebagai "Gadis Pendiam". Dijuluki teman2nya sebagai "Silencer" karena ia sangat pendiam. Tak heran nilai2 di sekolahnya tak pernah bagus.

Tapi, latihan menyanyi sungguh menghiburnya dan bisa sejenak melepaskannya dari semua beban. 

Maka iapun berlatih, berlatih, dan berlatih. Suaranya dikenal cukup bagus. Ia bahkan berhasil membuat album bersama penyanyi2 rohani terbaik di gerejanya, bahkan dengan penyanyi2 rohani top di Indonesia.

Pernah berkali2 terlintas dibenaknya untuk mati bunuh diri, tapi Musik Gereja yang Syahdu berkali2 menariknya kembali dari lembah kematian yg ingin ditujunya. 

Memanggilnya pulang dari perjalanan menuju neraka. Pujian & Penyembahan pada Tuhan benar2 menjadi penyelamat hidupnya. 

Tapi hati nurani tak bisa menipu. Ia tak bisa terus menerus Hidup dalam kepalsuan. 

Disaat pendeta bejat itu makin sibuk karena makin terkenal, gerejanya makin besar, dengan Visi Misinya yang luar biasa, ingin membentuk pusat kegiatan para keluarga2 yang Bahagia, a Happy Family Centre. 

Sungguh Visi yg berbanding terbalik dengan kebejatannya yg justru menghancurkan keluarga. Membuat seorang ayah yg setegar mafioso bisa meratap histeris setiap hari hingga saat ini, membuat ibunya yg sosialita terus menangis meraung2 setiap hari hingga saat ini, membuat saudara2nya mengalami tekanan mental yang sungguh berat. 

Hancur sudah keluarga ini. Hilang lenyap semua rasa percaya mereka pada manusia bahkan Tuhan. Mereka terus menyalahkan diri mereka sendiri. 

Tak menyangka bahwa mereka sendirilah yang selama ini mengantar anak gadisnya untuk direnggut keperawanannya, disobek selaput daranya, diperkosa berkali2, dan dinikmati tubuh belianya bertahun2 di balik sudut tersembunyi ruang doa pribadi sang Pendeta yg dilengkapi kasur Kingkoil itu. 

Mereka meratapi dan menyesali, kenapa dulu mereka selalu memarahi Gadis kecil mereka setiap kali menangis karena menolak berangkat sekolah. 

Membentak, menghardik, dan memaksanya karena mengira gadis kecil mereka malas belajar. 

Mereka tak tahu bahwa mereka telah menjebloskan darah daging mereka sendiri ke Neraka yg mengerikan, dengan serigala buas berwajah malaikat didalamnya. 

Mereka juga tak sadar perkembangan gadis ini. Yang menjadi sangat pendiam setelah goncangan semua peristiwa yg dialaminya.

Suatu hari, kasih sayang langit turun. Disaat Pendeta bejat itu mulai jarang mmenemuinya lagi, karena makin terkenal sebagai pendeta besar, dibela para pemujanya sebagai orang suci yg diraupi (bukan diurapi), gerejanya mulai besar, dan diundang dimana2. 

Gadis kecil ini terseok2 keluar dari lubang persembunyian jiwanya. Ia merasa sedikit tenang karena tak perlu lagi melayani nafsu bejat serigala itu. Ia mulai membuka diri dan hatinya pada dunia. 

Ia bertemu seorang pemuda yg sungguh mencintai nya. Butuh bertahun2 untuk ia bisa percaya lagi pada laki2. 

Akhirnya mereka pacaran. Dan kepada belahan jiwanya inilah ia bisa mulai bercerita semua hal. Pacarnya mendengar dengan hancur hati, semua kisah, jeritan, tangisan, dan tetesan air matanya. 

Hingga akhirnya pacarnya lah yg justru memeluknya erat, mengajarkan padanya tentang pengampunan, kasih sayang, dan berjuang bersama menyusun kembali rasa percaya bahwa masih ada cinta yg tulus diluar institusi2 agama. 

Sikap & kasih sayang yg sungguh berbeda 180 derajat dibanding sang Pendeta. Hingga akhirnya ia benar2 bisa percaya & membuka hatinya yg sudah sangat terluka pada pria baik ini.

Pria ini sebenarnya sudah menyarankan agar kasus ini diungkap. Namun ia terus menolaknya. 

Karena tak ingin dihujani rasa malu. Sebab kasus ini sudah terlalu lama. 17 tahun lamanya. Ia takut dihujat bahwa dirinyalah wanita penggoda, mau sama mau, dsb oleh para pembela Pendeta. Pasukan Kristen Tolol yg membabi buta jika pendetanya diusik.

Tiga tahun berlalu. Ia sudah tak lagi bertemu pendeta bejat itu. Ia tenggelam dalam sukacita dalam kisah cintanya sendiri. 

Ia pun memutuskan untuk menerima saat kekasihnya meminangnya. Ia benar2 ingin menikah, dan pergi jauh keluar negeri. 

Mereka berdua ingin melupakan semuanya & hidup damai di Canada membesarkan anak cucunya. Maka pernikahannya pun dipersiapkan. 

Mulai dari pesta hingga pemberkatannya diatur dengan sebaik2nya. Papa mamanya pun merasa bahagia karena lega, akhirnya anaknya tak lagi menolak untuk menikah.

Saat rapat keluarga, beserta para EO, dan panitia pesta. Diputuskanlah tanggal pesta, hotel, MC, Band, dsb. 

Dan dibahas juga tentang prosesi pemberkatan nikah suci dan tentu saja siapa Pendeta yg akan memberkatinya. 

Keluarganya dengan tertawa bahagia pun menyebut sebuah nama. Nama pendeta yg selama ini mereka percayai untuk melayani keluarga kaya ini. 

Satu nama pendeta yg sudah 3 tahun berlalu mulai dilupakannya, tiba2 muncul kembali disebut didepannya. 

Dalam sekejap, semua ketakutan, kengerian, rasa jijik, malu, marah, benci, dsb muncul bersamaan dan membuatnya tercekam dan tertekan. 

Ia pun tak lagi sadar diri & tiba2 menjerit2 histeris di ruangan itu. "Tidaak!!! Aku nggak mau!!! Jangan pendeta itu!!! Jangan diaaaaa...!!!" Ratap Tangisnya pun tumpah....

Semua keluarga & panitia jadi bingung. Mengapa ia terus berteriak2 kesetanan seperti itu. Seolah semua roh2 jahat yang merayapi tubuhnya saat ditiduri sang Pendeta terlepas semuanya. Ia bahkan harus dipegangi beberapa orang karena meronta2 dengan kuatnya.

Akhir kisahnya pun kita sudah tahu bersama. Wanita malang ini terpaksa masuk rehabilitasi psikis. Ia harus diawasi 24 jam oleh para psikolog karena menderita depresi tingkat tinggi. Dan akhirnya seluruh keluarga nya tahu & memutuskan untuk menjebloskan pendeta bejat tsb ke penjara.

Saya sengaja menulis cerpen ini untuk menyampaikan pesan & memberi kesadaran, khususnya bagi mereka2 yang selalu melontarkan pertanyaan paling TOLOL didunia. Yakni :

"Kenapa baru sekarang dilaporkan??"

"Untuk apa harus nunggu 17 tahun untuk dilaporkan??"

"Itu namanya mau sama mau!!!"

Dan berbagai pernyataan GOBLOK sejenis.

Apa mereka tidak sadar bahwa anak gadis usia 9-10 tahun, masih kelas 4 SD itu tahu apa soal Sex?? Lalu secara licik dipersuasi, dimanipulasi dan diperkosa serta ditiduri belasan tahun lamanya. Vagina & Clitoris nya dipaksa untuk tahu tentang Sex dan Penis pria sebelum waktunya.

Sekali lagi...anak umur 9-10 tahun, masih kelas 4 SD. Tahu apa??

Kedua, bagi Manusia2 Agamis STUPID yang mengkait2kan kasus ini dengan Agama, tapi lupa bahwa Serigala2 yg sama juga berkeliaran di rumah2 ibadah mereka.

Otak kalian begitu bodoh & hati kalian begitu jahat, hingga sampai hati berkata2 demikian.

Semoga setelah membaca cerpen ini kalian segera bertobat dari KESINTINGAN kalian. Kalo nggak, mati aja Loe sana. Dasar manusia2 BEGO!!!

Buat kalian para Wanita yg pernah mengalami kisah yg mirip atau sama. SPEAK OUT!!!

Comments